"...Enjoy to visit here :) ..."

Selasa, 12 April 2011

Afiliasi Grup Bakrie Eksplorasi Minyak Tanpa Izin?

PT Kondur Petroleum saat ini sudah melakukan eksplorasi minyak di Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
PEKANBARU - PT Kondur Petroleum saat ini sudah melakukan eksplorasi minyak di Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Per harinya perusahaan ini bisa menghasilkan sekira 7.000 barel per hari atau mencapai 0,73 persen dari target produksi minyak nasional di 2011 sebesar 970 ribu barel.
Padahal, sejauh ini, perusahaan penghasil minyak yang terafiliasi perusahaan grup Bakrie ini belum mendapatkan izin dari Kementerian Kehutanan. "Namun kita telah mendapatkan rekomendasi dari bupati dan gubernur," kata juru bicara PT Kondur Dairul Hidayat, Selasa, (12/4/2011).
Dia mengaku, pihaknya mengajukan izin pinjam pakai kawasan hutan sesuai Permenhut No.P43/Menhut-II/2008 berdasarkan amanah undang-undang No.41/1999 tentang Kehutanan pada Januari 2011. "Jadi menurut kita, tidak ada permasalahan hukumnya," imbuhnya.
Sementara itu menurut Biro Humas Pemprov Riau Charul menyebutkan bahwa sebenarnya izin pinjam pakai PT Kondur di Pulau Padang baru diajukan awal Maret 2011.
"Sejauh ini izin pinjam pakai kawasan hutan untuk PT Kondur baru dalam tahap verifikasi oleh Dinas Kehutanan," ungkap Kepala Biro Humas Pemprov Riau Rizki.
Namun, dalam perjalanannya, PT Kondur telah melakukan eksplorasi dari beberapa sumur minyak di Pulau Padang. Serta telah mulai melakukan operasinya sejak 1989. Buntutnya, belakangan ini operasi ini mendapatkan penolakan dari warga setempat.
Sekadar informasi, Kondur merupakan perusahaan yang berdiri berdasarkan hukum Republik Panama pada 17 Desember 1967 dan merupakan anak perusahaan Amerika Serikat Ingram dan beberapa perusahaan Amerika lainnya.
Setelah beberapa kali terjadi pemindahan kepemilikan maka terakhir Kondur Petroleum S.A. dimiliki oleh PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan Grup Bakrie.

SUMBER: http://news.id.msn.com/okezone/business/article.

BAKTERI BERBAHAYA


BAKTERI MRSA
Tanya, Korban Keganasan MRSA (droz)
Chicago,, Sebelum terkena bakteri MRSA, Tanya adalah seorang koki profesional yang sangat menikmati hidupnya. Hidupnya berubah 180 derajat pada Maret 2007 ketika Tanya yang berusia 30-an tahun meregang nyawa melawan MRSA.

Awalnya, Tanya sedang memotong seledri dan tanpa sengaja jarinya terluka. Saat itu Tanya berpikir kecelakaan kecil itu adalah hal biasa, dia hanya membersihkan luka dengan alkohol dan memplesternya dan kemudian bekerja lagi.Keanehan terjadi setelah beberapa jam, saat mengangkat panci dirinya merasakan nyeri yang teramat sangat. Sembilan jam kemudian rasa sakit itu semakin parah dan dia memutuskan ke rumah sakit. Saat di rumah sakit Tanya diberi pil dan oleh dokter diminta istirahat di rumah. Tapi malam hari suhunya melonjak tinggi dia merasakan ada yang tidak beres dari luka kecil saat memotong seledri. Ternyata bakteri MRSA telah masuk dan bergerak cepat menggerogoti dagingnya.

Dalam waktu 60 jam jarinya habis dimakan bakteri. Tanya tertular bakteri pemakan daging dan 9 dokter harus bekerja mati-matian untuk menyelamatkan hidupnya. Para dokter menyaksikan bagaimana bakteri mematikan itu melompat dari lengan ke dadanya tepat di depan mata mereka.

Dokter mengamputasi lengan dan bahu kanan, tapi kemudian menyadari bakteri itu telah menyebar ke payudara kanan. Dokter bedah memutuskan untuk melakukan pengangkatan penuh karena itu adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan hidup Tanya.

Beruntung Tanya masih bisa hidup meski dokter harus mengoperasi 9 kilogram daging dan otot untuk membersihkan tubuh dari bakteri. Kini yang tersisa di tubuh Tanya tidak lebih dari lapisan tipis kulit untuk melindungi tulang rusuknya dan paru kanan.

"Bahkan cocokan peniti bisa langsung ke paru-paru dan aku bisa mati," kata Tanya memperlihatkan rangka tulangnya seperti dikutip dari doctoroz.com, Kamis (1/10/2009).

Penyakit MRSA masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Tapi di AS, sudah menyebabkan 19.000 orang meninggal karena terinfeksi bakteri ini. Seperti apa penyakit MRSA?

MRSA atau methicillin-resistant Staphylococcus aureus adalah salah satu tipe bakteri Staphylococcus yang ditemukan pada kulit dan hidung yang kebal terhadap antibiotik.

Setiap tahunnya lebih dari 90.000 warga Amerika Serikat berpotensi terinfeksi bakteri ini. Jumlah kematian akibat infeksi bakteri MRSA lebih banyak dibandingkan dengan angka kematian akibat AIDS.

Saat ini diketahui ada dua tipe dari MRSA seperti dikutip dari Stopmrsanow, Kamis (1/10/2009), yaitu: Healthcare-Associated (HA-MRSA) yang biasanya ditemukan di rumah sakit dan tempat-tempat kesehatan lainnya. Serta Community-Associated (CA-MRSA) yang baru-baru ini ditemukan penyebarannya pada tempat-tempat umum seperti tempat fitnes, tempat penyimpanan barang (loker), sekolah dan perabotan rumah tangga.

Bakteri MRSA biasanya menginfeksi orang atau anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah, jika daya tahan tubuhnya tinggi tidak akan menimbulkan gejala apapun. Bakteri yang dibawa oleh orang tersebut bisa berpindah ke orang lain dan menyebar dengan mudah melalui kontak kulit dan menyentuh barang yang sudah terkontaminasi.

MRSA sama seperti bakteri Staphylococcus lainnya, yang terlihat seperti infeksi kulit, jerawat, ruam, bisul atau gigitan laba-laba.

Infeksi ini biasanya menyakitkan, merah dan bengkak. Infeksi ini bisa dengan cepat masuk ke dalam tubuh, menimbulkan bengkak yang menyakitkan. Bakteri ini dapat menembus ke dalam tubuh sehingga berpotensi menyebabkan infeksi pada tulang, sendi, luka bedah, aliran darah, jantung dan paru-paru yang bisa mengancam jiwa.

Infeksi MRSA lebih sering menyebar di masyarakat, bahkan diantara anak-anak dan orang dewasa yang sehat sekalipun. Karena bakteri ini bisa menyebar dalam jarak yang dekat.

Untuk itu ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terinfeksi bakteri MRSA ini, yaitu:

   1. Cuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air hangat minimal selama 15 detik.
   2. Tutup luka pada kulit dengan perban yang bersih sampai sembuh.
   3. Jangan berbagi barang pribadi dengan orang lain, terutama barang yang berhubungan dengan kontak kulit seperti handuk atau pisau cukur.
   4. Cuci barang dengan menggunakan desinfektan (1 sendok makan desinfektan dilarutkan dalam 1 liter air). Pastikan menggunakan kain yang bersih untuk menyekanya.

Jika Anda berpikir bahwa Anda atau siapa pun dalam keluarga memiliki kemungkinan terinfeksi MRSA, segera hubungi ahli kesehatan. Terutama jika infeksi besar, menyakitkan, hangat jika disentuh atau tidak sembuh-sembuh dengan sendirinya.

sumber: www.totalkesehatananda.com

Syarat RI Jadi 12 Kekuatan Ekonomi Dunia


Pada tahun itu, produk domestik bruto Indonesia ditargetkan mencapai US$3,3-4,5 triliun.
VIVAnews - Indonesia akan menyasar masuk dalam daftar 12 negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada 2025. Pada tahun itu, produk domestik bruto (PDB) Indonesia ditargetkan mencapai US$3,3-4,5 triliun dengan pendapatan per kapita US$10.000-16.100.

Komite Ekonomi Nasional memproyeksikan pendapatan per kapita pada 2025 mencapai US$14.300. "Dan Indonesia masuk sebagai 12 besar dunia," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa pada acara Indonesia International Infrastructure 2011 Conference and Exhibition (IIICE) di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Selasa 12 April 2011.

Selanjutnya, pada 2045, PDB Indonesia diperkirakan mencapai US$16,6 triliun dengan pendapatan per kapita sebesar US$48.900. Tahun itu, Indonesia diharapkan masuk 7 atau 8 besar negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Dalam penyusunan Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi 2011-2025, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), kementerian terkait, pihak swasta, dan pemerintah daerah, siap mendukung Indonesia sebagai kekuatan 10 besar ekonomi dunia pada 2025.

Selanjutnya, pada 2050 akan menjadi enam besar dunia, dengan pertumbuhan ekonomi tinggi. Pertumbuhan ekonomi riil yang dipatok sebesar 7-8 persen per tahun secara berkelanjutan.

Hatta menjelaskan, untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing Indonesia sebagai negara tujuan investasi serta negara maju, proyek pembangunan infrastuktur akan menjadi prioritas.

Sasaran pemerintah dalam jangka pendek adalah pada 2014 pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen, inflasi terjaga 4-6 persen, pengangguran 5 persen, tingkat kemiskinan 8-10 persen, dengan pendapatan per kapita mendekati US$5.000.

"Ke depan, kami harus mengangkat Indonesia menjadi negara maju dan tentu pilar yang penting adalah infrastruktur," kata Hatta.

Hatta menambahkan, pembangunan ekonomi yang lebih cepat harus didukung oleh infrastruktur. Pembangunan yang lebih cepat membutuhkan infrastruktur yang memadai. "Pembangunan infrastruktur menjadi prioritas dalam pembangunan ekonomi saat ini," kata Hatta.

Dukungan pemerintah terhadap proyek infrastruktur dengan skema kerja sama pemerintah dan swasta atau public private partnership (PPP) antara lain melalui infrastructure fund, guarentee fund, project development facilities, dan dukungan lain dengan harmonisasi pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat implementasi proyek infrastruktur.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia (Kadin), Suryo Bambang Sulisto, mengatakan Kadin terus menciptakan iklim investasi yang kondusif, membuka jalan untuk proyek infrastruktur, dan mendukung pemerintah untuk perubahan-perubahan penting seperti penyelesaian undang-undang pertanahan agar mempercepat terealisasinya proyek infrastruktur.

China dan Malaysia Ikut Proyek Jembatan Sunda



Jika terealisasi, jembatan ini memiliki panjang 2,2 kilometer.

VIVAnews - Sejumlah investor dari tiga negara berminat untuk berinvestasi pada proyek Jembatan Selat Sunda (JSS). Jika terealisasi, jembatan ini memiliki panjang 2,2 kilometer dan menjadi terpanjang di dunia.

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mengatakan, investor tiga negara yang tertarik untuk berinvestasi itu berasal dari Korea, China, dan Malaysia.

"Saya tidak bisa menyebutkan namanya. Yang jelas dari Malaysia, China, dan waktu itu ada Korea," kata Joko di sela acara Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition (IIICE) 2011 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa, 12 April 2011.

Saat ini, proyek Jembatan Selat Sunda sedang menunggu keluarnya peraturan presiden. Setelah peraturan presiden terbit, maka proyek ini akan dapat segera dilaksanakan.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, menambahkan, Jembatan Selat Sunda merupakan proyek yang melibatkan berbagai sektor. Selain membangun infrastruktur berupa bangunan fisik, jembatan tersebut juga akan dikembangkan sebagai pusat industri, pariwisata, dan teknologi.

Bahkan, di tengah jembatan juga akan dibangun jalur kereta api, serta fasilitas seperti jaringan listrik, air baku, hingga telekomunikasi. "Kalau panjangnya saja lebih dari dua kilometer, tandanya terpanjang di dunia," kata Hermanto.

Beberapa kajian pun dilakukan dengan mendengarkan paparan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) terkait pengolahan energi untuk memenuhi kebutuhan energi pada proyek tersebut.

Selain itu, pemerintah mendengarkan paparan dari pihak asing seperti perusahaan teknologi dari Jepang yaitu Akashika dan Incheon dari Korea mengenai teknologi yang bisa diaplikasikan untuk proyek itu.

Hermanto menambahkan, tim nasional proyek Jembatan Selat Sunda saat ini masih menyelesaikan studi kelayakan teknis pembangunannya. Tim mengkaji dari berbagai aspek seperti ketepatan lokasi, jarak dengan Gunung Krakatau, dan palung terdalamnya sedalam 140 kilometer.

26 BUMN Keroyok Proyek Pembangunan Ekonomi

Sebanyak 7 BUMN bakal menyumbang 50 persen dari alokasi investasi Rp836 triliun.

VIVAnews - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan tujuh perusahaan pemerintah bakal menjadi penyumbang terbesar dalam program Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Ketujuh BUMN tersebut merupakan bagian dari rencana Kementerian BUMN yang akan mengerahkan 26 perusahaan pelat merah untuk berpartisipasi dalam program MP3EI dengan anggaran yang disediakan mencapai Rp836 triliun mulai 2011-2014.

"Barangkali iya (di atas 50 persen dari seluruh alokasi)," kata Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar ketika disinggung kontribusi tujuh BUMN besar tadi dalam program percepatan MP3EI di Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin, 4 April 2011.

Menurut Mustafa, tujuh BUMN yang memiliki kontribusi besar dalam program pembangunan MP3EI itu adalah PT Pertamina (Persero), PT Telkom Indonesia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, dan PT Aneka Tambang Tbk.

Sayangnya, Mustafa belum bisa menyebutkan porsi kontribusi dari masing-masing tujuh BUMN tersebut. Namun, yang pasti, kontribusi tujuh BUMN tersebut mencapai lebih dari 50 persen dari rencana investasi BUMN sebesar Rp836 triliun.

Kendati menggantungkan investasi pada 26 BUMN, khususnya 7 BUMN besar, Kementerian BUMN memastikan tidak akan mengesampingkan peran dari BUMN lainnya. Sebab, pembangunan proyek MP3EI dilakukan sesuai fungsi dari masing-masing kegiatan seperti fungsi kepeloporan, agen development, pemerataan, dan kegiatan pelayanan publik (public service obligation/PSO).
"Semua penting, cuma volume kegiatannya tidak seperti yang 26 ini," katanya.

Selain tujuh BUMN besar tersebut, BUMN lain yang bakal dilibatkan dalam program MP3EI adalah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Pupuk Sriwijaya, Perum Bulog, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Garuda Indonesia Tbk, PT Krakatau Steel Tbk, dan PT Semen Gresik Tbk.

BUMN lainnya adalah PT Jamsostek, PT Taspen, PT Timah Tbk, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, PT Askes, PT Perusahaan Pengelola Aset, PT Wijaya Karya Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Perkebunan Nusantara III, PTPN IV, Perum Pegadaian, serta PT KA Indonesia.

Data Kementerian BUMN menunjukkan kontribusi ke-26 BUMN tersebut terhadap pendapatan seluruh BUMN mencapai 90,4 persen. Sementara itu, dari segi laba bersih seluruh BUMN mencapai 92,8 persen, aset 92,5 persen, dan ekuitas 88,7 persen.

sumber: vivanews.com

Percepatan Ekonomi Butuh Rp4.000 Triliun

Pemerintah diperkirakan hanya bisa membiayai sekitar 12 persen. Sisanya untuk swasta.

VIVAnews - Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) diperkirakan membutuhkan dana lebih dari Rp4.000 triliun untuk periode 2011-2014. Dana ini akan dihimpun dari pemerintah, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta dari swasta asing dan nasional.

Ketua Komite Ekonomi Nasional, Chairul Tanjung mengatakan, nilai sebesar itu hanya memperhitungkan proyek-proyek yang di atas Rp1 triliun. "Kalau yang kecil-kecil dimasukkan, [nilainya] bisa dua atau kali lipat lagi," kata dia di Jakarta, Senin 11 April 2011.

Pada 18 April mendatang, pemerintah beserta pemerintah daerah dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) akan menggelar pertemuan. Dalam pertemuan itu nantinya akan ada komitmen dari dunia usaha.

Dari kalangan dunia usaha, baik nasional maupun asing, diharapkan mampu mengucurkan dana lebih dari 50 persen dari total keseluruhan biaya. "Tapi pada kenyataannya nanti jauh lebih besar," kata Chairul. Sebab, pemerintah hanya bisa membiayai sekitar 12 persen.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan masterplan ini diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN). Pemerintah juga akan memasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menkeu menambahkan, pemerintah hanya menyediakan dana-dana yang terkait belanja modal. Itu seperti yang sudah diarahkan Presiden, yaitu yang memiliki nilai tambah, seperti pembangunan infrastruktur perhubungan, energi, dan pekerjaan umum.

Menurut dia, saat ini dana yang terkumpul untuk masterplan ini hampir Rp130 triliun. "Meningkat cukup jauh dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp70 triliun," kata Agus.

Kementerian BUMN juga menyatakan kesiapan 26 BUMN dalam proyek ini dengan anggaran Rp836 triliun pada 2011-2014.

sumber: www.vivanews.com

PROYEK INFRASTRUKTUR


Mengapa Proyek Infrastruktur Lamban?
Proyek infrastruktur ini merupakan program pemerintah bernilai jutaan dolar AS.

VIVAnews - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengakui lambannya pembangunan proyek infrastruktur melalui skema kerja sama pemerintah dan swasta (public private partnership/PPP). Padahal, proyek itu bernilai investasi hingga ratusan juta dolar Amerika Serikat (AS).

"Ini karena peraturan presiden (perpres) penjaminan baru keluar pada Desember 2010," ujar Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Dedi Priyatna, di sela Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition (IIICE) 2011 di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Selasa, 12 April 2011.

Dedi mengungkapkan, dari lima proyek unggulan yang digadang pemerintah melalui skema PPP, baru ada satu proyek yang sudah memperoleh kepastian jaminan dari pemerintah. Hal itu diperoleh dari keterangan direksi PT Perusahaan Penjaminan Infrastruktur (PII).

Lima proyek unggulan yang diusung pemerintah adalah Bendungan Umbulan senilai US$204,2 juta, jalan tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi US$475,5 juta, dan terminal pelabuhan Tanah Ampo US$36 juta.

Dua proyek lain adalah rel kereta tujuan Bandara Soekarno-Hatta-Manggarai senilai US$735 juta dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa Tengah dengan estimasi investasi US$3 miliar.

Dari kelima proyek tersebut, pemerintah baru mengeluarkan aturan penjaminan terhadap PLTU Jawa Tengah. Kepastian tersebut diperoleh setelah adanya penandatanganan guarantee agreement sebulan yang lalu.

Menurut Dedi, lambannya pengerjaan proyek jutaan dolar AS tersebut karena dasar hukum yang mengatur penjaminan proyek belum kunjung keluar.

Alasan lain adalah belum rampungnya pembahasan Undang Undang Pertanahan yang seringkali mengganjal investor sebelum memulai proyek infrastruktur. Aturan ini pula yang kini sedang ditunggu investor yang akan melaksanakan proyek PLTU Jawa Tengah.

Dedi menambahkan, PII saat ini tengah mengevaluasi kembali proyek pembangunan infrastruktur serta membuat kajian mengenai skema penjaminan terhadap tujuh proyek PPP.

Tujuh proyek yang akan diajukan untuk memperoleh penjaminan adalah 5 proyek unggulan ditambah dua proyek bendungan di Lampung dan Jatiluhur yang bernilai US$189,3 juta.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengaturan dan Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI, Yuswanda A Tumenggung, menyatakan draf aturan UU Pertanahan saat ini sudah berada di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pemerintah berharap, aturan hukum ini dapat selesai tahun ini setelah dilakukan pembahasan oleh Panitia Khusus DPR.

Dalam aturan tersebut, ungkap Yuswanda, terdapat tiga prinsip utama dalam pengadaan tanah yang diajukan pemerintah. Pertama, tanah untuk kepentingan umum harus tersedia. Kedua, hak-hak masyarakat yang terkena kepentingan umum harus terjamin, dan ketiga harus meminimalkan spekulasi.

"Untuk menyelesaikan pembebasan lahan sejak lokasi ditetapkan membutuhkan waktu 258 hari," katanya.

sumber: www.vivanews.com